JAMBI – Umat Muslim akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Niat menjadi syarat utama agar Allah SWT menerima ibadah puasa kita. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah kita harus berniat setiap hari atau boleh berniat untuk 30 hari sekaligus di awal bulan?
Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai hal ini. Meskipun demikian, semua pendapat tersebut bertujuan untuk menjaga keabsahan ibadah hamba-Nya.
Mengenal Perbedaan Pandangan Ulama
Masyarakat Indonesia mayoritas memeluk Mazhab Syafi’i. Dalam aturan ini, setiap mukmin wajib memperbarui niatnya setiap malam atau saat sahur sebelum fajar tiba. Hal ini terjadi karena ulama menganggap setiap hari di bulan Ramadhan sebagai satu unit ibadah yang mandiri.
Berikut adalah bacaan niat puasa harian:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala)
Artinya: “Aku niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Mengapa Anda Perlu Niat Satu Bulan Penuh?
Selain niat harian, Anda juga boleh mengikuti pandangan Mazhab Maliki. Ulama Maliki mengizinkan umat Muslim berniat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan.
Banyak ulama di Indonesia menyarankan metode ini sebagai langkah antisipasi. Jika Anda tidak sengaja tertidur dan melewatkan niat di malam hari, puasa Anda tetap sah berdasarkan niat di awal bulan tersebut. Langkah ini sangat membantu agar ibadah tetap terjaga dalam kondisi darurat.
Bacaan niat puasa untuk satu bulan:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala)
Artinya: “Aku niat puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Kesimpulan Bagi Jemaah
Jadi, cara terbaik adalah menggabungkan keduanya. Anda sebaiknya melakukan niat satu bulan penuh di malam pertama Ramadhan. Selanjutnya, tetaplah memperbarui niat setiap kali Anda menyantap sahur.
Secara batin, aktivitas sahur sebenarnya sudah menunjukkan niat seseorang untuk berpuasa. Oleh karena itu, lakukanlah ibadah ini dengan penuh keyakinan dan kesadaran agar mendapatkan pahala yang sempurna***















