Tradisi Bantaian Adat Bukit Batu: Warga Potong 13 Kerbau Sambut

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabub Khafied Hadiri Bataian Adat Warga

Wabub Khafied Hadiri Bataian Adat Warga

MERANGIN –Masyarakat Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, merayakan datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan penuh kemeriahan pada Sabtu (14/2). Ratusan warga memadati lapangan desa untuk melangsungkan tradisi leluhur bernama “Bantaian Adat”.

Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, membuka acara tersebut secara resmi mewakili Bupati M. Syukur. Tahun ini, antusiasme warga melonjak tajam hingga jumlah hewan ternak yang mereka potong mencapai 13 ekor kerbau. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat jika kita bandingkan dengan tahun lalu yang hanya berjumlah 7 ekor.

Apresiasi Pemerintah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Dalam sambutannya, Wakil Bupati A. Khafidh memuji kekompakan warga Bukit Batu dalam melestarikan budaya lokal. Selain itu, ia melihat fenomena kenaikan jumlah hewan ternak ini sebagai sinyal positif bagi kondisi finansial penduduk setempat.

Baca Juga :  Bupati Merangin H.Mashuri Bagikan Beras Ke Pasukan Oranye

“Pemerintah Kabupaten Merangin merasa bangga. Berkumpulnya masyarakat di sini bukan sekadar memotong daging, melainkan bentuk rasa syukur. Kenaikan jumlah hewan dari 7 menjadi 13 ekor kerbau secara ekonomi menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bukit Batu,” tegas Wabup Khafidh.

Selanjutnya, beliau meminta masyarakat untuk selalu menaati kesepakatan adat yang telah mereka buat bersama para pemuka agama dan tokoh adat. Ia berharap seluruh warga memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih tanpa adanya perselisihan.

Filosofi Keadilan dalam Pembagian Daging Adat

Di sisi lain, Tokoh Adat (Ninik Mamak) Bukit Batu, Datuk Harun, menguraikan makna mendalam dari tradisi bantaian tersebut. Menurutnya, aturan pembagian daging tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan bagi pemilik ternak maupun seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Terbaru! Kode Redeem ML 29 Desember 2025 Resmi Dirilis, Klaim Skin dan Item Gratis Hari Ini

“Ada pepatah mengatakan, manusio batingkek turun, maningga warih tingga pusako. Kita wajib menjaga tradisi ini agar tidak hilang. Para pendahulu telah mengambil aturan pemantaian ini dengan sangat bijaksana,” ungkap Datuk Harun menggunakan bahasa adat yang kental.

Sebagai penutup, Datuk Harun menjamin transparansi dalam setiap proses pembagian daging. Melalui prinsip “Daging gajah sama dilapah, daging tunggal sama dicacah”, seluruh lapisan warga dapat merasakan kenikmatan yang sama rata dalam menyambut bulan mulia.***

Berita Terkait

Bupati Kerinci Pantau Pasar Semurup: Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Ramadhan
Tegas! Serahkan Perlengkapan sekolah Gratis Pamenang, Bupati M. Syukur Instruksikan Evaluasi Guru dan Kepsek
Percepat Pembangunan, Bupati Monadi Jemput Bola Program Jalan Inpres ke BPJN Jambi
Tepis Isu Sedot Air, Humas PLTA KMH: Kami Hanya Gunakan 40 Persen Air Danau Kerinci
Wako Alfin Jemput Bola, Buru Proyek APBN Bendungan Batang Merao dan Jalan Nasional
Resmi Dilantik! Inilah Nama-Nama Pejabat Baru Hasil Seleksi JPT Pratama Kerinci 2026 Pilihan Bupati Monadi
Menanti Hari H: Intip Bocoran Jadwal Pelantikan Pejabat Hasil Lelang Jabatan Kabupaten Kerinci
Pansel Rilis Tiga Besar Seleksi JPT Pratama Kerinci 2026, Ini Daftar Nama Kandidat Kuat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Kerinci Pantau Pasar Semurup: Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Ramadhan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:43 WIB

Tradisi Bantaian Adat Bukit Batu: Warga Potong 13 Kerbau Sambut

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:06 WIB

Tegas! Serahkan Perlengkapan sekolah Gratis Pamenang, Bupati M. Syukur Instruksikan Evaluasi Guru dan Kepsek

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:54 WIB

Percepat Pembangunan, Bupati Monadi Jemput Bola Program Jalan Inpres ke BPJN Jambi

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:11 WIB

Tepis Isu Sedot Air, Humas PLTA KMH: Kami Hanya Gunakan 40 Persen Air Danau Kerinci

Berita Terbaru