KUALA LUMPUR – Dunia teknologi menyaksikan kisah luar biasa dari seorang pengusaha asal Malaysia bernama Arsyan Ismail. Ia berhasil memetik hasil fantastis senilai $70 juta atau setara Rp1,1 triliun berkat keputusannya membeli domain ai.com puluhan tahun silam.
Cerita unik ini bermula pada tahun 1993. Saat itu, Arsyan yang masih berusia 10 tahun menggunakan kartu kredit ibunya tanpa izin. Secara mengejutkan, ia membeli domain tersebut hanya karena “AI” merupakan inisial namanya sendiri, Arsyan Ismail. Pada masa itu, masyarakat luas belum mengenal istilah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.
Kemarahan Ibu Berubah Menjadi Keberuntungan
Awalnya, sang ibu meluapkan kemarahannya karena melihat tagihan asing sebesar $100 pada kartu kreditnya. Arsyan kemudian menyimpan aset digital tersebut selama puluhan tahun tanpa rencana besar. Namun, ledakan teknologi kecerdasan buatan di seluruh dunia secara perlahan mendongkrak nilai domain dua huruf tersebut. Domain ini pun segera menjadi incaran utama para raksasa teknologi global.
OpenAI dan Elon Musk sempat memperebutkan kepemilikan nama domain unik ini. Akhirnya, CEO Crypto.com, Kris Marszalek, memenangkan persaingan dan mengakuisisi domain tersebut. Nilai transaksi ini bahkan memecahkan rekor dunia sebagai salah satu penjualan domain termahal dalam sejarah internet.
Masa Depan Ambisius Platform AI.com
Kini, pemilik baru telah mengubah wajah ai.com menjadi platform canggih bernama “AI Agent”. Platform ini melakukan debut global melalui iklan besar pada ajang Super Bowl LX di bulan Februari 2026 ini. Melalui situs tersebut, pengguna dapat memberikan instruksi kepada asisten digital untuk mengelola tugas harian secara otomatis.
Kisah Arsyan Ismail memberikan pelajaran berharga bahwa investasi digital pada waktu yang tepat mampu mengubah nasib seseorang. Oleh karena itu, para pengamat teknologi kini menyarankan masyarakat untuk melirik kembali potensi investasi pada “tanah digital” berupa nama domain pendek yang unik***















