Penyataan Ahmadi Zubir “Pengangguran Itu Preman” Tuai Kecaman. Warga: Kami Pengangguran Tapi Bukan Preman

Penulis : Redaksi
Selasa, 24 November 2020 - 10:58 WIB

Penulis : Redaksi

KORIDORNEWS.ID, SUNGAIPENUH – Pernyataan Ahmadi Zubir saat berkampanye di Pasar Sungaipenuh, Senin (23/11/2020) kemarin mendapat banyak kecaman dari warga Kota Sungaipenuh.

Saat menyampaikan orasi politiknya, Ahmadi Zubir menyatakan bahwa pengagguran itu adalah preman atau identik dengan preman. Sementara dirinya dan Antos telah memiliki pekerjaan tetap. Ini disampaikan Ahmadi menanggapi maraknya kabar yang mengatakan dirinya calon pemimpin preman.

“Kami berdua punya pekerjaan dan penghasilan tetap. Saya Ketua STKIP selama 20 tahun juga kepala dinas. Demikian juga Pak Antos, beliau Ketua STIE Sakti Alam Kerinci,” kata Ahmadi Zubir saat kampanye di Pasar Sungaipenuh.

Lalu siapa yang tidak punya pekerjaan, siapa yang pengangguran tanya Ahmadi? Nah, yang pengangguran itu identik dengan preman. “Sekali lagi saya tegaskan, kami berdua punya pekerjaan dan punya pendapatan yang jelas,” tegas Ahmadi seperti dikutip di sejumlah media massa online.

Pernyataan ini pun menuai kecaman dan banyak sorotan dari warga, terutama warga yang belum mendapatkan pekerjaan tetap. Mereka merasa dilecehkan atas pernyataan tersebut.

Salah satunya disampaikan warga Sungaipenuh, Andi. Ia mengaku kecewa dengan pernyataan Ahmadi Zubir tersebut. “Saya pengangguran tapi saya bukan preman. Pak Ahmadi tidak bisa mengidentikkan preman dengan pengangguran,” ujar Andi saat berbincang-bincang dengan media ini di Pasar Sungaipenuh, Selasa (24/11/2020) siang.

Andi mengatakan, kata preman itu selama ini dimaknakan negatif oleh mayoritas masyarakat, sehingga kata preman itu tidak pantas disamakan dengan pengangguran.

“Di mata masyarakat kita preman itu lebih identik dengan kriminalitas dan kekerasan, makanya ada istilah premanisme. Preman tidak bisa disamakan dengan pengangguran. Ini pelecehan,” tegasnya.

Seharusnya, kata Andi, sebagai calon pemimpin dan sebagai akademisi, Ahmadi tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menyinggung perasaan masyarakat. Hal ini tentu akan menurunkan simpati masyarakat kepada dirinya sebagai calon Walikota Sungaipenuh.

“Beliau-beliau itu pemimpin perguruan tinggi, tidak sedikit mahasiswa beliau yang belum mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah. Apakah mereka juga preman?,” bandingnya.

“Sayang sekali, sebagai calon pemimpin dan orang berpendidikan tapi Ahmadi malah berbicara kasar dan menyinggung perasaan masyarakat,” tutupnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh salah satu warga Kecamatan Koto Baru, Yusrizal. Menurutnya, tidak ada satupun orang yang mau menjadi pengangguran, karena nasib setiap manusia itu berbeda. Namun, meski belum mendapatkan pekerjaan, mereka tidak bisa dicap sebagai preman. Apalagi hal itu disampaikan oleh calon pemimpin dan orang yang berpendidikan.

“Tdk ada satupun kita yg mau jadi pengangguran alias tidak mempunyai pekerjaan. Takdir dan nasib manusia itu berbeda-berbeda. Yan tidak punya pekerjaan bukanlah preman,” ujar anak jantan Koto Baru ini.

Selain warga, kecaman atas pernyataan Ahmadi Zubir itu juga banyak disampaikan oleh netizen di media sosial Facebook.

“Kok bapak sesingkat ini pemikirannya? Jika pengangguran adalah preman, bapak sama saja mengatakan anak anak muda yang belum bekerja di kota Sungai Penuh adalah preman. Bapak telah menghina pengangguran yang bapak beri dimbol preman,” tulis akun FB Gina Putri di laman facebooknya.

“Preman itu yang menggunakan kekerasan saat acara resmi, preman itu menghadang orang untuk bersosialisasi, itu baru preman,” timpalnya. (*/bbm)

Berita Terkait

Perigatan HUT Partai Demokrat Ke 21,Hamas Serahkan Bantuan Untuk Warga Tidak Mampu
Tidak Ada Putra Koto Baru Maju di Pilwako 2020, Fajran Optimis Fikar – Yos Menang
Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh Sidak Tinjau Progres TPS3R
RAPBD Sungai Penuh 2026 Resmi Disahkan DPRD

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:17 WIB

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah di Kendari

Sabtu, 21 November 2020 - 01:16 WIB

Contohkan Jakarta dan Jogjakarta, Fesdiamon : Ingin Daerah Maju, Pembangunan Harus Berkelanjutan dan Berkesinambungan

Selasa, 17 November 2020 - 07:36 WIB

Mantap… Fikar-Yos Akan Lanjutkan Pembangunan Desa Gedang, Dusun Cangking Akan Punya 2 Jalur

Sabtu, 8 November 2025 - 20:00 WIB

Hut ke -17,Al Haris Hadiahkan Mes Untuk Kota Sungai Penuh Sekelas Hotel Bintang di Jambi???

Berita Terbaru