Sarjana Sulit Cari Kerja, Program Magang Nasional Jadi Harapan Baru

Penulis : Redaksi
Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:00 WIB

Ilustrasi Para Pencari Kerja (SUMBER FOTO: GETTY/BBCNews Indonesia)

Ilustrasi Para Pencari Kerja (SUMBER FOTO: GETTY/BBCNews Indonesia)

Penulis : Redaksi

SURABAYA – Ribuan lulusan baru perguruan tinggi memanfaatkan Program Magang Nasional 2025 untuk mencari pengalaman kerja dan peluang karier di tengah sulitnya lapangan pekerjaan.

Program ini menargetkan 20.000 peserta dengan anggaran Rp198 miliar. Setiap peserta menerima uang saku setara upah minimum provinsi (UMP) selama enam bulan magang, dari Oktober 2025 hingga April 2026.

Baca Juga : Seskab Teddy Tinjau Kesiapan Program Magang Nasional, Targetkan Ratusan Ribu Peserta

Lulusan UIN Walisongo, Mohammad Bagus Satria, mengaku mendaftar setelah puluhan lamaran kerjanya ditolak. “Sekarang susah cari kerja. Tidak apa lari dari jurusan, yang penting kerja,” ujarnya.

Di Papua, Muhammad Zain Amirul Djafar, alumni Universitas Yapis, juga mengaku sulit mendapat pekerjaan tetap. Ia berharap magang bisa menjadi pintu masuk ke dunia kerja. Namun, ia menilai pilihan magang di wilayahnya masih terbatas.

Baca Juga :  BMKG Umumkan Puncak Musim Hujan! Waspadai Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Siklon Tropis

Kebijakan hanya untuk lulusan maksimal satu tahun juga menuai kritik. Fian Ferdinando Sada, lulusan Universitas Cenderawasih 2024, menilai aturan itu tidak adil bagi sarjana yang belum bekerja lebih dari setahun.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program ini bagian dari paket kebijakan akselerasi ekonomi nasional 8+4+5 2025 yang digagas Presiden Prabowo Subianto. “Presiden mengarahkan agar program ini berlanjut pada 2026 dan seterusnya,” ujarnya.

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menilai program ini menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri. “Pemagangan membantu lulusan membangun pengalaman kerja dan sikap profesional,” katanya.

Baca Juga :  Lahan Tidur 3 Tahun Bangkit! Bupati Monadi Turun ke Sawah Pimpin Tanam Padi Modern

Namun, pengamat ketenagakerjaan UGM, Tadjudin Nur Effendi, mengingatkan efektivitasnya terbatas. “Magang bersifat sementara dan tidak menjamin peserta langsung mendapat pekerjaan,” ujarnya.

Senada, peneliti BRIN El Bram Apriyanto menilai kunci keberhasilan program ini terletak pada pengawasan. “Tanpa pengawasan ketenagakerjaan yang kuat, program bisa disalahgunakan,” katanya.

Baca Juga ; Program Magang Nasional untuk Fresh Graduate, Peserta Dapat Gaji Sesuai UMP

Pemerintah berjanji terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan magang agar tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi peserta

Berita Terkait

Syarat Masuk PKN STAN 2025 dan Jadwal Seleksi: Ini Rinciannya
Flu A H3N2 Mulai Meningkat, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada
Pemutihan BPJS Segera Dilakukan,Ini Syarat Syaratnya
Prabowo Siapkan Gebrakan Pertanian, Energi Surya, dan Giant Sea Wall

Berita Terkait

Sabtu, 20 September 2025 - 15:09 WIB

SKB 3 Menteri 2026: 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama

Jumat, 28 November 2025 - 16:44 WIB

Pungli Alsinta,Mentan Amran Pecat Pegawai Yang Ngaku Dirjen

Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:00 WIB

Pemerintah Buka Pemutihan Iuran BPJS Kesehatan, Begini Cara Cek Tagihan 2025

Kamis, 29 Juli 2021 - 04:58 WIB

Kemenkumham RI Salurkan 46 Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Berita Terbaru