Kenduri Sko Siulak Mukai 2026: Upaya Menjaga Tradisi di Negeri Alam Kerinci

Penulis : Redaksi
Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Jambi bersama tokoh adat Kerinci saat menghadiri prosesi Kenduri Sko di Kecamatan Siulak Mukai

Gubernur Jambi bersama tokoh adat Kerinci saat menghadiri prosesi Kenduri Sko di Kecamatan Siulak Mukai

Penulis : Redaksi

KERINCI – Masyarakat Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, menggelar prosesi adat Kenduri Sko dan Manggien Depati Ninek Mamak Luhah Depati Intan dengan suasana khidmat. Ritual sakral ini menjadi momentum krusial dalam memperkokoh akar budaya sekaligus merajut kembali tali persaudaraan masyarakat adat setempat. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai simbol keberlanjutan tradisi leluhur di tengah arus modernisasi. Sabtu (24/01/2026).

Filosofi Kebersamaan dalam Bingkai Tradisi

Kegiatan Kenduri Sko kali ini mengusung tema filosofis: “Seciok Bak Ayam, Sedencing Bak Besi, Kaile Serentak Santan, Kemudek Sarengkuh Dayung”. Makna mendalam dari tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kesatuan langkah dalam kehidupan bertetangga maupun pembangunan daerah. Sejalan dengan hal tersebut, deretan tokoh penting turut menyaksikan prosesi ini, mulai dari Gubernur Jambi, jajaran Kepala Daerah dari berbagai kabupaten/kota, hingga unsur Forkopimda dan tokoh adat lintas luhah.

Baca Juga :  HUT RRI ke-80, Bupati Muaro Jambi BBS Ikut Penanaman Pohon di Mestong

Sinergi Membangun Karakter Daerah

Dalam pidatonya, Gubernur Jambi memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan penyelenggaraan prosesi adat ini. Ia memandang Kenduri Sko sebagai bukti nyata dedikasi warga dalam melestarikan jati diri daerah. Oleh karena itu, Gubernur menegaskan bahwa nilai-nilai adat harus tetap hidup dan mengalir ke generasi muda sebagai fondasi sosial yang kokoh.

Baca Juga :  Kode Redeem ML 25 November 2025, Klaim Hadiah Ekslusif Hari Ini

“Adat merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Kekayaan budaya di Kerinci dan Sungai Penuh harus terus kita hidupkan melalui kunci kebersamaan,” tegas Gubernur Jambi.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk terus mempererat sinergi dalam menjaga kelestarian budaya. Pasalnya, kekuatan budaya lokal akan menjadi modal utama bagi pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang berkarakter serta berkelanjutan. Sebagai penutup, ia berharap semangat kekompakan ini tidak hanya berhenti di tingkat seremonial, tetapi juga mewujud dalam aksi nyata memajukan kesejahteraan masyarakat***

Berita Terkait

Hardizal Kembali Pimpin PDI-P Sungai Penuh, Struktur Baru Langsung Disusun
Reshufle, Empat Orang Pejabat Strategis Era Ahmadi Bergeser
Ancam Keselamatan,Warga Sungai Ning Menanti Solusi Konkret Pemkot Masalah Sampah RPT
Apel Pertama Masuk Kerja,Wagub Sani Igatkan ASN Tingkatkan Kedesiplinan

Berita Terkait

Kamis, 9 Desember 2021 - 00:21 WIB

Gubernur Al-Haris Lakukan Audiensi Ke BGRM dan Kemenparekraf

Senin, 2 November 2020 - 16:09 WIB

Fikar Azami Jalin Silaturahmi dengan Keluarga Besar Luhah Rio Singgaro Pintu I

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:56 WIB

Sungai Penuh Bergerak! Wako Alfin Pimpin Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:04 WIB

Pj Bupati Kerinci Asraf Gelar Safari Jumat dan Serahkan Bantuan CSR di Desa Koto Iman

Berita Terbaru