KERINCI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci memproyeksikan cuaca cerah berawan hingga berawan akan menyelimuti Kabupaten Kerinci pada penghujung Januari 2026. Meski demikian, potensi curah hujan masih berada pada level rendah hingga menengah. Oleh sebab itu, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang yang kerap muncul pada siang hingga sore hari.
Pemicu Dinamika Atmosfer
Perbedaan gradien tekanan udara serta pengaruh sirkulasi atmosfer regional memicu munculnya fenomena angin kencang tersebut. Selain itu, BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini cenderung lebih stabil daripada periode puncak hujan. Sebagai catatan, puncak musim hujan periode 2025-2026 sudah berlangsung pada Desember 2025 lalu dan akan kembali menguat pada April 2026 mendatang.
Februari Mulai Masuk Musim Hujan
Kepala BMKG Depati Parbo Kabupaten Kerinci memprediksi perubahan pola cuaca akan segera terjadi. “Kami memperkirakan awal Februari sudah mulai memasuki Musim Hujan,” ungkapnya pada Minggu (25/1/2026). Maka dari itu, instansi ini mengimbau warga agar terus memantau laporan cuaca harian, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Risiko di Wilayah Pegunungan
Angin kencang membawa risiko nyata bagi keselamatan transportasi, sektor pertanian, hingga aktivitas warga sehari-hari. Terlebih lagi, wilayah pegunungan seperti Kerinci memiliki dinamika atmosfer yang berubah sangat cepat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan warga menjadi faktor kunci dalam meminimalkan risiko akibat perubahan cuaca yang mendadak***


















