SUNGAI PENUH – Masyarakat kini menyoroti tampilan Kantor Wali Kota Sungai Penuh karena warnanya menyerupai identitas salah satu partai politik. Dominasi warna pada gedung pemerintahan tersebut memicu kritik pedas lantaran warga menganggapnya tidak mencerminkan prinsip netralitas fasilitas negara.
Persoalan Warna dan Persepsi Publik
Warga menilai penggunaan warna cat saat ini identik dengan partai politik tertentu, sehingga memunculkan beragam persepsi negatif di tengah publik. Situasi ini menjadi sangat sensitif karena masyarakat menuntut pemerintah daerah mendorong profesionalisme birokrasi yang steril dari kepentingan politik praktis.
Sebagaimana publik tahu, Wali Kota Sungai Penuh sebelumnya, Ahmadi Zubir, merupakan kader PDI Perjuangan. Oleh sebab itu, sebagian warga menaruh harapan besar pada masa kepemimpinan Wali Kota Alfin agar beliau mengembalikan warna kantor pemerintahan ke arah yang lebih netral.
Aspirasi Terbuka di Media Sosial
Salah seorang warga menyampaikan harapannya secara gamblang melalui media sosial. “Kalau bisa menggantilah warna cat kantor wali kota itu. Warna yang lama agak rada-rada gimana gitu. Jangan ‘abeang (merah)’ itu lagi,” tulis Angga dalam unggahannya di laman Facebook.
Menurut warga, langkah mengganti warna cat menjadi poin krusial untuk menghapus kesan keberpihakan terhadap kekuatan politik tertentu. Selain itu, perubahan ini akan bertindak sebagai simbol nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengawal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebagai penutup, masyarakat sangat berharap Wali Kota Alfin mampu merespons aspirasi ini dengan bijaksana. Langkah tersebut bertujuan menciptakan atmosfer pemerintahan yang inklusif, profesional, dan benar-benar mewakili seluruh elemen masyarakat Kota Sungai Penuh tanpa sekat politik.***


















